Partisipasi BRMP Sulut dalam Gelar Teknologi PENAS XVII
LIMBOTO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) turut berpartisipasi aktif dalam Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII. Kegiatan ini diselenggarakan di Kabupaten Limboto, Provinsi Gorontalo, berlangsung selama lima hari terhitung mulai tanggal (20-24/6 /2026), sebagai wadah utama penyebaran, pembuktian, dan pengenalan berbagai inovasi dan modernisasi di sektor pertanian kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, BRMP di bawah naungan Kementerian Pertanian menampilkan konsep kawasan demonstrasi teknologi pertanian yang terpadu. Konsep ini dirancang dengan mengintegrasikan beragam hasil pengujian dan inovasi lintas subsektor, meliputi tanaman pangan, tanaman perkebunan, serta komoditas hortikultura dalam satu lokasi yang mudah diamati dan dipelajari secara berurutan maupun menyeluruh.
Melalui pendekatan penyajian yang terintegrasi ini, diharapkan petani, pelaku usaha tani, penyuluh, serta pemangku kepentingan lainnya dapat memperoleh manfaat yang maksimal. Pengunjung berkesempatan mengamati langsung kinerja teknologi dan modernisasi pertanian di lapangan, memahami secara rinci tata cara penerapan yang sesuai standar teknis, serta menilai keunggulan dan manfaat nyata yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pelaku usaha tani.
Selain kawasan demonstrasi di lahan percobaan, penyebaran informasi juga dikemas melalui stand pameran yang disiapkan secara lengkap dan rapi. Di ruang pameran ini ditampilkan berbagai jenis hasil panen unggul yang beradaptasi baik di wilayah Sulut maupun daerah lain, disertai pula beragam produk olahan hasil pertanian yang memiliki nilai tambah ekonomi dan berpotensi dikembangkan lebih luas.
Salah satu produk unggulan yang mendapat perhatian dalam gelar teknologi ini adalah minyak kelapa berkualitas, yang diproduksi secara modern oleh Koperasi Usahatani Warisa. Koperasi tersebut berkedudukan di Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), sehingga kehadiran produk ini sekaligus menjadi bukti nyata potensi dan kemajuan pengolahan hasil pertanian dari wilayah Sulut yang diperkenalkan di tingkat nasional.
Penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai sarana pameran pasif, melainkan juga sebagai ruang interaksi dan pembelajaran dua arah. Di setiap lokasi kawasan demonstrasi maupun di area stand pameran, telah disiapkan tenaga pendamping teknis yang siap mendampingi pengunjung, melayani diskusi terbuka, menjawab pertanyaan rinci, serta memperdalam pemahaman terkait penerapan teknologi dan pengembangan produk pertanian yang berkelanjutan.